who want to be a leader…?

Hari gini siapa sih yang ga mau jadi pemimpin? di negara tercinta kita ini pun sekarang sedang musim yang namanya rebutan kursi pemimpin. Apakah keadaan ini baik atau tidak? Hal ini bisa dibilang baik jika memang orang tersebut bersungguh-sungguh untuk membuat perubahan dalan organisasi yang mereka pimpin. Tetapi, hal ini dapat menjadi buruk jika orang tersebut hanya ingin memperoleh kursi kepemimpinan untuk kepentingan pribadi semata atau penyalahgunaan kekuasaan.

Lalu bagaimana agar situasi tersebut tidak terjadi?

Dalam suatu organisasi biasanya pemilihan pemimpin didasarkan pada beberapa kriteria. Misalnya umur, pengalaman organisasi, pengalaman kepanitiaan, dan lain-lain. Tetapi, di balik semua itu sebenarnya hal terpenting dari kriteria seorang pemimpin yaitu rasa tanggung jawab sang pemimpin saat memimpin organisasi tersebut kelak. Pemimpin bukanlah seorang manajer, sebab seorang pemimpin harus berani membuat perubahan walaupun keluar dari peraturan (rules). Sedangkan, seorang manajer selalu mengikuti peraturan yang ada.

“Management is doing things right but leadership is doing right things”

Dari suatu pelatihan mengenai kepemimpinan yang saya ikuti, terdapat beberapa indikator bagi seorang pemimpin yaitu :

– berani tampil

– berani tampil beda

– berani malu

– berani narsis

– berani belajar (semakin tahu keburukan diri sendiri maka semakin baik bagi seorang pemimpin)

– harus dapat berpikir jernih

– harus cerdas (terutama EQnya)

– memiliki instinct yang kuat

– harus bisa membuat keputusan (decision making)

Setiap pemimpin memiliki cara memimpin yang berbeda-beda. hal tersebut dapat tergantung dari organisasi yang akan ia pimpin dan lokasi dimana organisasi itu berdiri. Sebab, pemimpin dari sebuah organisasi bukan hanya yang berasal dari daerah di mana organisasi itu berdiri tetapi juga dari daerah lain. seorang pemimpin harus bisa mengubah sesuatu dari keadaan sebelumnya dan harus bisa mempengaruhi orang lain melalui :

– tatapan mata

– berkomunikasi dengan baik

– menguasai audience

– punya pengetahuan lebih dari orang lain

4 peran pemimpin yaitu :

– perintis               -penyelaras

– pemberdaya       – panutan

Dan tidak kalah pentingnya, seorang pemimpin pun harus memiliki sifat REACH, yaitu :

– Respect   : peka terhadap keadaan organisasinya

– Empaty    : ikut merasakan kesulitan atau masalah atau situasi dalam organisasi tersebut sehingga dalam memecahkan masalah dapat dilakukan bersama

– Audieble  :mampu menguasai audience. dalamhal ini pemimpin harus dapat menguasai para anggotanya sehingga komandonya dapat didengarkan dan dilaksanakan oleh para anggotanya

– Communicative : mampu berkomunikasi dengan baik, baikitu dengan sesama ataupun dengan para anggotanya. Hal ini dilakukan untuk memperluas jaringan (link) sehingga pengetahuan pun akan bertambah

– Humble   : bersikap rendah hati atau mampu bergaul dengan siapapun. pemimpin tidak boleh bersikap sombong atau seperti menggurui

Wow, ternyata untuk menjadi pemimpin banyak juga hal yang harus dimiliki…

Memang benar untuk menjadi seorang pemimpin banyak hal ataupun keterampilan yang harus dimiliki, namun tidak perlu bingung untuk memperoleh keterampilan tersebut. Sebab, sekarang ini sudah cukup banyak pelatihan-pelatihan untukmengembangkan jiwa kepemimpinan. Seperti kata pepatah ” dimana ada kemauan di situ pasti ada jalan”.

“Anda akan mendapatkan apa yang anda fokuskan bukan apa yang anda pikirkan”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: