Teknologi Informasi dan Komunikasi di Bidang Pertanian

Teknologi informasi dan komunikasi merupakan suatu media komunikasi yang terus berkembang dalam masyarakat saat ini. Pengembangan TIK tidak hanya diterapkan dalam bidang bisnis ataupun manufaktur tetapi juga di bidang pertanian pun saat ini teknologi informasi dan komunikasi sudah mulai diterapkan. Salah satu metode penyampaian informasi yang paling sederhana yaitu melalui penyuluhan pertanian.

Penyuluhan merupakan salah satu metode penyampaian informasi yang sangat sederhana dan masih banyak diterapkan atau digunakan oleh departemen-departemen pertanian dalam penyampaian informasi bagi para petani ataupun yang terkait dengan usaha tani. Hal ini dikarenakan media penyuluhan tidak memerlukan banyak biaya (efisien) dan juga media penyampaian informasi secara langsung dari seorang penyuluh kepada para petani. Namun, seiring berjalannya waktu media penyuluhan pun memerlukan teknologi informasi dan komunikasi agar lebih efisien dalam penggunaannya dan penyampaiannya.

Teknologi informasi dan komunikasi sendiri sudah lama digunakan dalam bidang pertanian misalnya saja dalam perencanaan tata letak dan teknik forecasting dalam Manajemen Produksi dan Operasi. Dalam perencanaan tata letak misalnya menggunakan program yang bernama CRAFT (Computerized Relative Allocation of Facilities) dan ALDEP (Automated Layout Design Program). Sedangkan dalam teknik forecasting terdapat program yang bernama CENSUS X-11 (1967), SIBYL atau RUNNER (1977), IBM MAPICS, dan lain-lain. Namun, program-program ini lebih banyak digunakan oleh negara-negara maju seperti Amerika dan Jepang dibandingkan negara-negara berkembang sesuai dengan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuannya.

Penerapan teknologi komunikasi dan informasi contohnya yaitu metode penyuluhan yang ada di Jepang. Di Jepang, formulasi penyebaran informasi sebagai promosi, mengawali kegiatan penyuluhan dan komunikasi inovasi teknologi, bertumpu pada penggunaan komputer dan teknologi informasi yang lebih efektif dan efisien. Materi informasinya bukan hanya inovasi teknologi, tetapi juga inovasi kelembagaan, metode penyelenggaraan penyuluhan, serta ilmu pengetahuan dan teknologi lainnya. Pemeran utama dalam hal ini justru bukan semata dari kelembagaan Pemerintah Jepang, melainkan juga dari Organisasi Non Pemerintah yaitu Asosiasi Pembangunan dan Penyuluhan Pertanian Jepang (Japan Agricultural Development and Extension Assosiation). Dengan perangkat teknologi informasi ini, para Pemandu Penyuluhan petanian dapat dengan cepat mempertukarkan informasi spesifik lokasi ke wilayah pengembangan lainnya.

Di Indonesia sendiri pun penerapan teknologi informasi dan komunikasi dapat dilihat dari pengguna inovasi teknologi secara lokal baik di tingkat kabupaten (Badan Pelaksana Penyuluhan/Bapeluh) dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di tingkat kecamatan. Terlebih lagi, perangkat Teknologi Informasi pada tingkat Departemen Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Balai-Balai Penelitian dan Pengembangan Komoditas Pertanian sebagai penghasil inovasi teknologi pertanian, juga telah memadai. Di tingkat wilayah saat ini terdapat kurang lebih 30 Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP), perangkat organisasi Badan Litbang Pertanian yang mengakuisisi peran Balai Informasi Pertanian tempo dulu, berperan sebagai penghasil Teknologi Tepat Guna Spesifik Lokasi, sekaligus memberikan contoh diseminasinya, kini juga dilengkapi dengan perangkat Teknologi Informasi. Dengan demikian, perangkat pemerintah pusat dan sumber-sumber inovasi teknologi, termasuk perangkatnya di wilayah pengembangan pertanian nampaknya siap berperan tanpa hambatan. Pemberian teknologi ini memberikan kontribusi yang cukup baik bagi perkembangan pertanian di Indonesia, sebab memberikan akses informasi yang lebih cepat dan up to date.
Lahirnya website-website dari lembaga-lembaga penyuluhan serta tampilnya beragam aplikasi Teknologi Informasi dan Multimedia di dalam aktivitas penyuluhan akan membawa sektor penyuluhan Indonesia untuk semakin efektif dan berkembang demi kesejahteraan petani Indonesia pada khususnya serta kemajuan pertanian Indonesia pada umumnya.

referensi:koleksi artikel

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: